
VisiNews.net - Telepon genggam yang selama ini lebih banyak digunakan untuk berkomunikasi dan berselancar di media sosial ternyata juga bisa menjadi pintu masuk membangun sebuah usaha. Gagasan itu yang dibawa mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Visi Nusantara Bogor saat menggelar kelas kewirausahaan digital bagi belasan ibu rumah tangga di Kampung Dukuh Ilir RT 02/RW 03, Desa Dukuh, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, pada Selasa, 21 Juli 2026. Mengusung tema "Langkah Praktis Memulai dan Mengembangkan Usaha dari Rumah via HP", pelatihan tersebut mengajak peserta memahami cara memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha rumahan tanpa harus mengeluarkan modal besar. Baca Juga: Bukan Sekadar Sakit Jantung, Eks Kepala BGN Ungkap Beban Jabatan yang Menguras Mental Program yang menjadi bagian dari Ujian Akhir Semester mata kuliah Literasi Digital dan Kemanusiaan ITB Vinus Bogor itu dihadiri Ketua RW 03 M. Nadi Junaedi, pengurus RT, serta warga sekitar. Acara dibuka oleh mahasiswa Mochamad Ramdani dan Suci Salsabila selaku pembawa acara, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua RW 03, M. Nadi Junaedi. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang memilih berbagi pengetahuan langsung kepada masyarakat. Dalam sambutannya, M. Nadi Junaedi menilai kemampuan memanfaatkan teknologi digital kini menjadi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, literasi digital bukan hanya membantu warga memahami perkembangan teknologi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Ketua RW 03 M. Nadi Junaedi. "Terima kasih kepada mahasiswa ITB Vinus yang sudah berbagi ilmu di sini. Harapan saya, ibu-ibu bisa lebih memahami cara memanfaatkan HP untuk berjualan. Kalau kita tidak paham digital, kita mudah tertinggal. Sebaliknya, kalau kita menguasainya, peluang usaha akan semakin terbuka," ujarnya. Materi pertama dibawakan oleh Thufeil Azfa Huwaiza yang mengulas perubahan cara berwirausaha di era digital. Ia menjelaskan, memulai bisnis kini tidak lagi selalu identik dengan modal besar atau memiliki toko fisik. Dengan kemampuan yang dimiliki dan telepon genggam, siapa pun memiliki kesempatan membuka usaha dari rumah. Ia juga mengingatkan pentingnya mengenali potensi diri sebelum memperluas usaha. Salah satu peserta, yakni Ibu Tati, yang telah memproduksi rengginang dijadikan contoh bahwa pelaku UMKM sebaiknya memperkuat satu produk terlebih dahulu sebelum mengembangkan lini usaha lainnya. Baca Juga: Sudaryono Resmi Gantikan Nanik Deyang, Langsung Janji Benahi Tata Kelola BGN Pembahasan kemudian berlanjut pada pentingnya membangun personal branding yang disampaikan oleh Tanto. Menurutnya, pelaku usaha perlu konsisten menampilkan identitas produk agar lebih mudah dikenali calon pembeli. Ia mencontohkan, jika seseorang menjual combro, maka konten yang diunggah di media sosial sebaiknya tetap berkaitan dengan produk tersebut, baik proses pembuatan, penyajian, maupun aktivitas usaha sehari-hari. Konsistensi seperti itu akan membantu membangun kepercayaan sekaligus memperkuat identitas usaha. Muhammad Rafly kemudian mengajak peserta memahami pentingnya menghitung Harga Pokok Produksi (HPP). Ia menekankan bahwa banyak pelaku usaha merasa produknya laku, tetapi sebenarnya belum memperoleh keuntungan karena belum menghitung seluruh biaya produksi secara tepat. Baca Juga: Tim Hasta ITS Raih Juara Nasional Lewat Inovasi AI untuk Optimalkan Pemeliharaan Industri Migas Mulai dari bahan baku, kemasan, gas, listrik hingga ongkos transportasi, semuanya harus masuk dalam perhitungan sebelum menentukan harga jual. Dengan mengetahui HPP, pelaku usaha dapat menetapkan harga yang tetap kompetitif sekaligus memberikan keuntungan. Berbeda dari sesi sebelumnya, Rista Handayani memilih mengajak peserta langsung praktik. Menggunakan telepon genggam, ia memperlihatkan teknik mengambil foto produk yang menarik perhatian calon pembeli sekaligus menjelaskan pentingnya membuat caption yang mampu memperkuat promosi di media sosial. Beberapa peserta tampak bergantian mencoba memotret produk yang disiapkan panitia. Suasana pelatihan pun berlangsung cair. Diskusi, tanya jawab, hingga gelak tawa beberapa kali terdengar ketika peserta mencoba mempraktikkan teknik yang baru dipelajari. Antusiasme peserta berlanjut saat panitia menggelar kuis interaktif. Pertanyaan seputar materi dijawab dengan penuh semangat, sementara peserta yang berhasil menjawab memperoleh hadiah sederhana sebagai bentuk apresiasi. Sesi kuis setelah materi. Panitia juga menghadirkan layanan pemeriksaan tekanan darah gratis yang dipandu Ayu Aulia Maharani. Selain memeriksa kondisi kesehatan peserta, ia memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kesehatan agar tetap produktif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Pelatihan ditutup dengan sesi foto bersama. Bagi para mahasiswa, kegiatan tersebut bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan literasi digital dan kewirausahaan pada Ibu rumah tangga.***
Bagikan
INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS VISI NUSANTARA BOGOR
PROGRAM STUDI : - SISTEM INFORMASI - BISNIS DIGITAL - KEWIRAUSAHAAN
Kontak Kami
Tautan