
VisiNews.net - Pengelolaan administrasi RT dan RW yang masih banyak dilakukan secara manual menjadi perhatian mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Visi Nusantara (Vinus) Bogor. Para mahasiswa mengajak masyarakat Desa Gunung Mulya, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, mulai mengenal sistem pengelolaan lingkungan berbasis digital melalui seminar literasi digital yang digelar di Aula Kantor Desa Gunung Mulya, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 22 Juli 2026. Baca Juga: Mahasiswa ITB Vinus Bogor Ajak Ibu Rumah Tangga Bangun Usaha Digital Bermodal HP Bekerja sama dengan platform KumpulPay.com, seminar bertajuk "RT Upgrade: Kalau Warga Sudah Digital, Saatnya Lingkungan Ikut Bertransformasi" itu memperkenalkan sistem pengelolaan lingkungan berbasis digital kepada masyarakat, perangkat desa, serta pengurus RT dan RW. Sejak awal kegiatan, aula desa dipenuhi peserta yang ingin mengetahui bagaimana teknologi dapat diterapkan dalam pengelolaan lingkungan. Acara dipandu Mochamad Ramdani dan Faisal Maulid Rahman, kemudian dibuka melalui sambutan Sekretaris Desa Gunung Mulya, Sudrajat, dan Kepala Desa Abdul Khohar. Perangkat desa Gunung Mulya bersama perwakilan Mahasiswa ITB Vinus Bogor. Sudrajat yang juga merupakan mahasiswa Program Studi Bisnis Digital ITB Vinus Bogor mengatakan keputusannya kembali menempuh pendidikan didorong keinginan memperkuat kapasitas aparatur desa dalam menghadapi perkembangan teknologi. Menurutnya, ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak seharusnya berhenti di ruang kelas, tetapi harus mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Senada dengan itu, Kepala Desa Gunung Mulya Abdul Khohar berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga proses digitalisasi di tingkat desa tidak berhenti pada tahap sosialisasi. Baca Juga: Mahasiswa ITB Vinus Bogor Ciptakan KumpulPay, Solusi Digital untuk Komunitas dan Organisasi di Indonesia Ia bahkan menargetkan Desa Gunung Mulya dapat bertransformasi menjadi desa yang semakin adaptif terhadap teknologi dalam satu tahun ke depan. "Terima kasih kepada mahasiswa ITB Vinus Bogor yang telah memilih desa kami sebagai lokasi kegiatan. Harapan kami, dengan pendampingan yang berkelanjutan, Desa Gunung Mulya dapat bertransformasi menuju desa digital," katanya. Diskusi kemudian berlanjut ke sesi materi yang dipandu Muhammad Teguh Firmansyah. Baca Juga: ITB Vinus Bogor dan Kemensos RI Jalin Kolaborasi Pengembangan Pendidikan Desa Putri Dwi Lestari membuka pemaparan dengan menjelaskan bahwa pengurus RT dan RW masih menghadapi berbagai kendala akibat sistem administrasi yang sebagian besar dilakukan secara manual. Padahal, teknologi dapat membantu mempercepat pelayanan sekaligus membuat pengelolaan lingkungan menjadi lebih efisien dan transparan. Solusi atas persoalan tersebut dipaparkan Novriyaldi, mahasiswa ITB Vinus Bogor sekaligus pendiri KumpulPay.com. Ia memperkenalkan platform yang dirancang sebagai Community Management System, yakni sistem yang membantu pengurus lingkungan mengelola administrasi, komunikasi warga, pembayaran iuran, hingga penyebaran informasi dalam satu aplikasi. Baca Juga: Koordinator Nasional LS VINUS Soroti Pemangkasan Anggaran Perpusnas: SDM Adalah Investasi Bangsa Jangka Panjang Menurutnya, platform itu tidak hanya mempermudah pekerjaan pengurus RT dan RW. Warga yang memiliki usaha maupun keterampilan juga dapat memanfaatkan fitur yang tersedia sebagai media promosi sehingga membuka peluang ekonomi baru di tingkat lingkungan. Aspek transparansi keuangan menjadi pembahasan berikutnya. Deden Saifullah menjelaskan pembayaran iuran tidak lagi harus dilakukan secara tunai maupun dicatat satu per satu di buku kas. Seluruh transaksi dapat terdokumentasi secara digital sehingga lebih mudah dipantau dan mengurangi potensi kesalahan pencatatan. Baca Juga: Vinus Muda dan Pilar Foundation Dorong Peran Pemuda dalam Melestarikan Budaya Kabupaten Bogor Sementara itu, Siti Syahriah Maghfiroh menyoroti pentingnya pengelolaan data. Menurutnya, pencatatan administrasi yang selama ini tersebar di buku, lembar kerja, maupun arsip terpisah dapat dihimpun dalam satu sistem sehingga lebih rapi dan mudah diakses ketika dibutuhkan. Suasana diskusi semakin hidup ketika sesi tanya jawab dibuka. Peserta tidak hanya menanyakan cara menggunakan KumpulPay, tetapi juga berdiskusi mengenai peluang penerapan sistem digital dalam pengelolaan RT dan RW di lingkungan mereka. Seminar ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa ITB Vinus Bogor berharap digitalisasi di tingkat desa tidak berhenti sebagai konsep, tetapi benar-benar diterapkan untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh elemen masyarakat.***
Bagikan
INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS VISI NUSANTARA BOGOR
PROGRAM STUDI : - SISTEM INFORMASI - BISNIS DIGITAL - KEWIRAUSAHAAN
Kontak Kami
Tautan